Loading Now

PPPK Paruh Waktu di Bandung Barat Berpeluang Jadi Penuh Waktu, FGTK KBB Siapkan Data Kebutuhan Guru

PPPK Paruh Waktu di Bandung Barat Berpeluang Jadi Penuh Waktu, FGTK KBB Siapkan Data Kebutuhan Guru

Bandung Barat, matajurnalsiliwangi.online – Peluang perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu mulai mendapat perhatian serius di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini menyusul terbitnya Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025 yang membuka ruang pengangkatan dengan sejumlah persyaratan, seperti kinerja, masa kerja, serta kebutuhan instansi.

Menanggapi kebijakan tersebut, Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (FGTK) Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat dengan menyiapkan data kebutuhan riil tenaga pendidik dan kependidikan di daerah.Ketua FGTK KBB, Riki Triyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi data lengkap berbasis by name by address terkait kekurangan guru, khususnya akibat banyaknya tenaga pendidik yang telah purna bakti sejak tahun 2021 hingga Februari 2026.

“Data yang kami siapkan mencakup jenjang SMP dan SD, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran. Ini menjadi dasar penting dalam menentukan kebutuhan formasi di Bandung Barat,” ujar Riki, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, secara kompetensi, para guru dan tenaga kependidikan yang saat ini berstatus PPPK paruh waktu sudah sangat layak untuk ditingkatkan menjadi penuh waktu.

Mayoritas guru telah berpendidikan minimal S1, sementara tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SMA hingga S1.

“Bahkan mereka sudah mengabdi cukup lama, ada yang belasan hingga puluhan tahun sebagai honorer sebelum menjadi PPPK paruh waktu. Ini menjadi pertimbangan kuat,” tambahnya.

FGTK KBB juga menilai bahwa pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan.

“Kami berharap kebijakan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar melihat kebutuhan riil di lapangan serta memberikan keadilan bagi para guru dan tenaga kependidikan di Bandung Barat,” tegas Riki.

Dengan kesiapan data yang dimiliki FGTK KBB, diharapkan proses pengusulan formasi ASN Tahun Anggaran 2026 dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah. ***Indra

Post Comment